Saturday, May 06, 2006

10 menit 27 detik

"udah nanti habis." "gak apa-apa." jawabku. sambil kupandangi puncak garuda yang memerah dan sesekali menjulurkan lidah apinya. sangat mengerikan memang tapi rasa ngeri itu hilang bersamaan dengan mengalirnya suara merdu ditelingaku. dalam hati aku berucap, aku lebih takut dengan empunya suara itu dari pada amukan raksasa didepanku. pernah aku dibuatnya menjadi seperti mati, jauh dari kehidupan dunia ini. aku menjadi sendiri, berbicara dengan entah, bercerita dengan hampa. duduk melayang menggapai fatamorgana. aku menyanyi tetapi kemudian berubah menjadi menjerit, aku menari tapi kemudian lemas. aku tidak punya tulang lagi, pita suaraku tak bernada.

aku merasa waktu yang tidak terlalu lama ini akan menjadi sangat berarti bagiku. perlahan tapi pasti belulang yang berserak merasuk kedalam dagingku, pita suara mulai terasa bergetar di tenggorokanku. udara yang dingin makin lama makin hangat. aku menjumpai tubuhku telah tegak duduk di atas tumpukan bambu. kugerakkan jari jemariku dan aku merasakan sebuah aliran halus dalam tubuhku. aku mencoba menerka-nerka perubahan dalam tubuhku ini, kemudian aku teringat bahwa ini bukan perubahan. ini pernah kurasakan dan sampai saat inipun belum berubah rasa itu. aku kutuk diriku karena menganggap ini sebagai perubahan.

ya inilah aku yang seperti dulu. sementara beberapa codot berseliweran diatas kepalaku berebut buah pisang yang mulai masak. aku masih kusyuk mendengarkan alunan suara merdu itu, riang, menggoda, nakal dan menggemaskan. langit yang cerah dengan tebaran bintang berkedap-kedip menyaksikannya. suara yang dahulu membuatku penasaran akhirnya bisa aku dengarkan. alunan simphony #9 bethoven menjadi tidak ada apa-apanya lagi. mungkin saat ini dia meratap hasil karyanya meluntur. ku hela nafasku dalam-dalam mencoba meresapi kemerduannya.

aku tersenyum dan sungguh ini akan sangat berarti. tak akan pernah aku melupakannya. akan kularutkan dalam darahku hingga memenuhi seluruh tubuhku.

Friday, April 21, 2006

PEREMPUANKU

perempuan kah kau
perempuan kau kah
kah kau perempuan
kah perempuan kau
kau perempuan kah
kau kah perempuan

btijox 21april06

Friday, April 07, 2006

ATAU AKU

tanpa terasa darah telah membasahi bajuku, sabetan belati itu ternyata telah meninggalkan bekas didadaku. darah terus mengalir, setiap jalan yang kulalui meninggalkan jejak amis yang sebentar lagi membusuk. inilah untuk kedua kalinya tubuhku memberikan persembahan ke bumi. dalam hati, aku berteriak "aku tak akan mati hanya karena ini." luka ini tidak seberapa tapi yang membuatku marah adalah dia telah mencabik tatto didadaku. tatto yang selama ini menjadi kebanggaanku, tatto yang selama ini dianggap subversive oleh kemapanan. tattoku telah dicabik oleh belati bermata dua. pikiranku terus merengsak membakar mataku, memahitkan lidahku. aku masih berdiri, seluruh ototku masih menegang. sayup terdengar kucing mengeong. kucing hitam yang duduk didekat tumpukan kardus-kardus yang sedikit berantakan. aku masih melihat bercak-bercak darah diatas tumpukan kardus. sesekali sang kucing menjilatinya. darah yang mulai mengental dan sebentar lagi membusuk.

BEBERAPA WAKTU YANG LALU
seperti biasa aku masih suka menghabiskan malam ditempat ini. sebuah tempat yang terlihat lurus, ada gelap-ada terang, ada titik sepi-ada titik yang ramai. garis lurus itu membentang kurang lebih 150 meteran, dihiasi oleh tempat-tempat sampah dan diterangi dengan lampu merkuri yang redup. sambil menghisap rokok kesukaanku, kutenggak lapen (minuman khas jogja) dalam botol air mineral 600 ml. aku tatap titik ramai dimana hiruk pikuk lalu lalang aktifitas terlihat riuh. aku bisa melihat mereka dan mereka tidak melihatku, mungkin juga tidak mau atau tidak sempat. dari ujung gang sepi ini, aku selalu mengawasi mereka untuk sekedar mengembarakan kepala.

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
aku masih menerawang jauh dan meliar. di bawah tempat dudukku beberapa puntung rokok berserakan. batang demi batang rokok kuhisap habis dan menyisakan sampah yang tidak bisa terurai oleh bakteri-bakteri pengurai maupun oleh alat modern pendaur ulang. tiba-tiba muncul seseorang dari tikungan yang gelap. tikungan itu sedikit berkelok, banyak kardus dan tong bekas drum minyak disitu. orang itu langsung menghampiriku. aku tidak mengenalnya dan kubiarkan saja. mungkin hanya orang yang akan minta api untuk menyalakan rokok. ternyata dugaanku salah, orang itu langsung saja memukul kepalaku. aku terjungkal dan lapen yang ada disampingku terjatuh, tumpah tanpa meninggalkan sisa. kepalaku pening, mungkin karena tidak siap menerima pukulan. tetapi aku segera bangun dan mencoba menguasai keseimbangan. sebuah tendangan segera bersarang dilambungku dan ini membuatku muntah. sekali lagi sebuah tendangan telak menusuk lambungku. muntahku semakin menjadi, hampir seluruh alkohol dan isi perutku menghambur keluar. tetapi hal inilah yang membuatku semakin menguasai keadaan.otot-otot tubuhku mulai menegang ketika orang itu melayangkan tinjunya kerusukku. tapi sayang, aku telah mulai mengusai keadaan. tinju itu berhasil aku tepis dan aku lanjutkan dengan membalasnya. sepakan kaki berhasil membuatnya mundur beberapa langkah. segera aku atur nafasku dan merengsak maju. beberapa pukulan orang itu berhasil mengenai mukaku tetapi beberapa pukulan telakku juga berhasil mengenai rahang dan rusuknya. dia terhuyung dan terjatuh memegangi rusuknya. mungkin beberapa ada yang patah. dia mencoba berdiri dan masih terus memegangi rusuknya. matannya tajam menatapku dan aku tidak menghiraukannya. aku maju merengsak dan mencoba tidak memberi kesempatan orang itu. tetapi ternyata orang itu cukup sigap, dia keluarkan sebilah belati dari balik bajunya. dengan sekali sabet aku merasakan desiran didadaku dan meleleh hangat. kulihat kaos putihku memerah, aku kena. aku merengsak maju dan orang itu kembali menyabetkan belatinya. aku berhasil menepis dan meraih tangannya. aku pelintir dan belati terjatuh. kutendang dia kuat-kuat, belati aku ambil, ku kejar dia dan ku tikam dijantungnya. dia tersungkur menimpa tumpukan kardus. sesaat menegang dan kemudian mulai melemas, tubuhnya melorot dan menyatu dengan tanah.

aku terus berjalan dan dadaku?

Saturday, April 01, 2006

BIDADARI

Intro: D Bm F#m G (2x)
D G

D Bm
Langit cerah membias cahaya
F#m G C G/B
Diatas debur ombak menari
D Bm
Kibasan rambutmu terurai
F#m G C G/B
Kala kutatap indah matamu

Em Em/D# Em Em/D#
Walau hadirku untuk sejenak
G
Kau berikan tembang-tembang
A
Lagu cinta

Int: D Bm F#m G (2x)

D Bm
Meninggalkan satu kenangan
F#m G C G/B
Terukir dalam dinding hatiku
D Bm
Taburkan luka lama ini
F#m C C G/B
Dengar sinar emas sang pelangi
Em Em/D#
Ijinkan diri
Em Em/D#
Bila mengagumi
G A
Kan kunikmati damai alam surgawi

Reff I: D A Bm G
Bidadari
D A Bm G
Kau datang mempesona
D A Bm G
Bidadari
D A G
Berikan mawar cinta

D G
Bila hadirmu kembali
Em A
Nyalakan lilin dijiwaku
D G
Ingin ku raih dirimu
Em A
Kubawa pergi keduniaku

Int: D A Bm G (3x)
D A G

Reff II:E B C#m A
Bidadari
E A Bm G
Kau datang mempesona
E B C#m A
Bidadari
E B A
Berikan mawar cinta

POWER METAL

Friday, March 24, 2006

Kirim Aku Bunga

Artist: Slank
Album: Piss


Melatiku.. apa kabar kamu disana..?
Kuharap engkau s'lalu tertawa..
Melatiku.. tenang-tenang saja di sana ..
Pedamkan pedih dan sibukkan diri nikmati hari ..

Melatiku .. akupun seperti biasanya ..
Bersama teman-teman wujudkan mimpi disini ..
Melatiku.. aku baik saja sendiri..
Sibuk'kan diri dan slalu menanti .. kau kembali ..

Lupakanlah diriku sementara ..
Jangan terlalu pikirkan langkahku ..
Lakukan yang kau suka agar kau bahagia ..
Dan percayalah ..di mimpiku ada mimpimu ..

Aaa.. kirim aku bunga ..
Kasih ..
Aaa.. getarkan cintaku ..
Kasih ..
Aaa.. kukirim kau lagu ..
Kasih ..
Aaa tentang isi hatiku ..

Tuesday, March 21, 2006

jakjakjak!!!!!

bunyi roda kereta menggerus rel
bunyi sais memerintah kudanya
bunyi lagu anak-anak di jawa
bunyi dari bunyi yang selalu berbunyi
bunyi dari yang diketahui dan dimengerti

jkt X btijok march 06:21 21:06

Friday, March 17, 2006

Mawar Merah

Artist: Slank
Album: Kampungan


Memang ku tak mampu belikan dia perhiasan ...... tak pernah
Atau memberi kemewahan
Tapi kuyakin dia bahagia
Tanpa itu semua....

Walau memang dirimu bernasib baik ..... bapak lo kaya
Yang selalu kau andalkan untuk mendapatkannya
Percuma kau dekati dia
Karena cintanya pasti untukku

Aya ya ya..... simpan saja uangmu
Aya ya ya . ...bawa pergi mercy mu
Aya ya ya ....... Enyahlah dari bunga mawarku
Aya ya ya.... Enyahlah dari mawar merahku ....
Karena dia milikku

Memang penampilanku, juga rupaku Slengean
Memang cara hidupku tak teratur pengangguran (kata orang sih !)
Tapi ku yakin dia bahagia karena dia mawar merahkuuu