Menjamu senja yang mulai gatal
Terbayang dalam pelupuk mata penari
Hari yang kian merona
Mengiringi langkah-langkah kecil siap terbang
Keautisan ku kepada mu
Terpampang begitu jelas diiringan awan
Kau menyanyi, kau bergembira dan tersenyum
Ya… senyum itulah
Kau memang nakal
Gila…
Bebunyian itu sudah bosan mendatangiku
Engkau telah berhasil sayang…
Mereka telah pergi
Aku senang
Kau menang
Lihatlah itu, tunas-tunas mulai tumbuh
Dan itu, mendung berarak
Sebentar lagi hujan turun
Ya… air akan menyuburkanya
Tumbuh membesar dan semakin membesar
Terimakasih sayang…
Sebab tak lama lagi akan terlihat asri
Dan aku tidak akan pernah bosan menikmatinya
BTIJOXSEP 08:07
01:08AM
Ps: sambil mendengarkan Bed Of Roses by Bon Jovi
Friday, November 28, 2008
AWAL
Sang Batu
Semenjak itu, ia hanya seonggok batu.
Bukan apa-apa lagi.
Tidak bisa menangis, tidak bisa tertawa.
Tidak ada daging, tidak pula darah.
Itulah hasil dari benih yang ditebar.
Tidak bisa lagi menyesal.
Sekarang ia hanya seonggok batu.
Yang pelan-pelan digerus hujan dan panas.
Hingga akhirnya berubah menjadi debu.
Dan hilang diterbangkan angin selatan.
Itulah rimbanya alam.
Yang selama ini ia sadari keperkasaannya.
Dan yang selama ini ia khianati kekuasaannya.
Jadilah ia batu.
Yang jatuh dalam pelukan alam.
Gunung Kendeng
Ribuan jiwa kau hidupi
Ribuan jiwa kau lindungi
Puja dan puji dari kami
Tetaplah tegak berdiri
Meski badai menghadang
Meski bandang menerjang
Jaya dan merdekalah!
Wednesday, July 30, 2008
Surung
Surung
Yang tetap tidak mau terperdaya
Yang tetap mau terus berupaya
Hingga hilang kebosanan
Tidak perlu malu menghadapi kekalahan
Kalau itu memang benar-benar kalah
Surung
Bukanlah hiasan di lubang-lubang diri
Bukan pula kumpulan ketakutan
Hanya sebuah kesederhanaan setiap hari
Tidak ada yang “njlimet” dan “ruwet”
Karena itu hanya kesabaran dan kesadaran
Surung
Kehadiran yang selalu ditunggu
Kesederhanaan hidup
Ketegaran hidup melawan badai
Yang digugat oleh kemapanan
Dan dikekang aturan-aturan
Surung
Semangat yang terus hidup
Hidup terus yang semangat
Itulah jalan untuk bertahan hidup
Dengan keyakinan
Dan tidak membabi buta
BTIJOX 13 : 04 – 08
Untukmu
aku melihat kamu terbang di awan
aku melihat kamu tertawa riang
aku merasakan kebahagian
itulah yang ingin kutemukan dari mu
aku tenang, damai, tenteram
semangat kembali menyala
dan kebahagiaanmu adalah teman dalam perjalanan
menghidupkan pelita-pelita dalam kegelapan
menemani langkah-langkah yang mulai lelah
sekedar mengucap perjalan masih panjang
lalui titik-titik beku
BTIJOX 01 : 06 – 08
11 Mei 2008
sapaanmu begitu teduh
sekelebat kesadaran menyambar benak
menghantarku untuk menemuimu
memulai sebuah perjalanan yang beberapa waktu lalu telah dimatikan
melupakan serpihan kesakitan yang selama ini mengeram
satu tekad membuang amarah
dengan jiwa bersih
tidak lagi kusam
aku berharap
BTIJOX 04 : 06 - 08
Tuesday, October 17, 2006
Demi Tuhan, Aku Tidak Mau
blank blank blank
bang bang bang
ambilah pistol, isilah dengan peluru secukupnya. masukkan moncongnya kedalam mulutmu, tarik pelatuknya dan.....
otakmu akan segera keluar, darah segar membasahi tubuh dan kamu akan segera melihat tubuhmu tergeletak menjadi tontonan orang banyak. kalau kebetulan ada wartawan lewat, esok paginya gambar-gambarmu akan menghiasi media massa. yang paling asik lagi, kamu telah memberikan lapangan pekerjaan bagi polisi yang biasanya hanya duduk-duduk di kantor saja. mungkin itulah kebaikan yang kamu berikan pada orang untuk terakhir kalinya. jadi tersenyumlah ketika peluru melesak dalam kepalamu, supaya nanti kalau ada orang melihatmu, mereka akan selalu berpikiran bahwa kamu bahagia, senang atau puas. dengan begitu orang akan mengingatmu dengan kebahagiaan.
jika kamu belum puas dengan itu, kamu bisa menuliskan beberapa baris pesan. usahakan kamu menulis tentang semua yang indah-indah. berikan salam manis dalam tulisanmu itu. ketika orang menemukan tulisanmu itu, mereka akan menangis tapi tidak sedih. mereka menangis karena itu adalah itulah kebahagian yang sangat berlimpah. untuk lebih mengesankan lagi, ikutkan beberapa foto-foto terbaikmu. foto-foto dengan gambar kebahagianmu, keceriaanmu. tampilkan semua potensi keindahan yang kamu miliki dalam pesanmu.
jangan pernah berpikiran kalau kamu sedang tersiksa dan sudah tidak mempunyai jalan lain, pikirkanlah kalau kamu telah menemukan sebuah jalan yang akan membuka jalan-jalan lain. pikirkanlah kalau jalan-jalan itu akan menjadi pilihan dalam langkahmu.
sekali lagi, lakukanlah itu dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. jangan pernah ragu, nikmatilah prosesnya. mulai dari kamu memasukkan peluru ke dalam pistol, kemudian nikmatilah moncong pistol yang mulai masuk kedalam mulutmu, menyentuh bibirmu, menyentuh lidahmu. tariklah pelatuknya dengan penuh perasaan, nikmatilah nyaring suara per berderit dan suara klik yang merdu. dan rasakan sedikit demi sedikit peluru masuk dalam kepalamu, sebentar kemudian kamu akan lemas, terkulai dengan senyum kepuasan.
sekali lagi, nikmatilah dan hayatilah dengan segenap perasaanmu.
baik, aku kira cukup untuk saat ini. sampai jumpa lagi. kita tetap akan bertemu.
blank blank blank
bang bang bang
Thursday, September 21, 2006
penantang
selamat malam
enakkah tidurmu?
selamat malam
nikmatkah tidurmu?
selamat malam
nyamankah tidurmu?
selamat malam
jangan berpikir macam-macam!
selamat malam
berpikirlah satu hal saja!
selamat malam
aku mencintaimu!
selamat malam
ingatlah itu!
selamat malam
mimpi indah bersamamu.
btijox 01:09-06
Tuesday, August 15, 2006
sebuah
sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah sebuah SEBUAH
Monday, July 10, 2006
RADIO 60 DETIK
yu sranti: "kang parno... kang parno... ada berita bagus kang..."
yu sranti berlari tergopoh-gopoh mencari suaminya.
kang sronto: "ada apa to mbokne?"
kang parno keluar dari kamar sambil membenarkan posisi sarungnya.
yu sranti: "anu kang, gerakan jogja bangkit (GJB) sekarang sudah punya sekretariat baru kang." "hloh, hla alamat yang di gedong kiwo bagaimana?" "alamat yang di gedong kiwo itukan alamat sementara kang, sekarang sudah alamat tetap, atas kebaikan seorang kawan yang mau merelakan rumahnya untuk dijadikan sekretariat, ini kang alamatnya yang baru:"
Sekretariat:
GERAKAN JOGJA BANGKIT (GJB)
Jl. Kadipaten Kulon, KT I/305, Yogyakarta 55132.
Telp. (0274) 419581, 7405177.
Kontak Person:
081578851726 (Agung bondo’), 08122743726 (Hasto),
08164269356 (Whani Darmawan), 08174101172 (Thole), 0274-744161 (Pran).
sound efek: ( lantunan suara gamelan yang rancak ) klank klenk klonk
anncr: ( suara yang tegas dan jelas )
ya! segeralah gabungkan diri anda dan rapatkan barisan bersama kami. untuk informasi lebih lanjut, segeralah datang kesekretariat kami.
sound efek: ( out )
anncr: informasi tentang "gerakan jogja bangkit" dapat juga di akses di: http://gerakanjogjabangkit.blogspot.com
dan untuk kritik dan saran dapat dialamatkan di: email:gerakanjogjabangkit@yahoo.com
Thursday, June 29, 2006
Gerakan Jogja Bangkit (GJB)
Profil
“Digembleng… Hancur Lebur… Bangkit Kembali !!!
“Digembleng… Hancur Lebur… Bangkit Kembali !!!
Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada jam 05.55 hari Sabtu Wage 27 Mei 2006, telah membawa kehancuran masyarakat dalam berbagai sisi. Sesuatu yang telah dicapai dalam puluhan tahun sirna dalam tempo kurang dari satu menit. Bencana selain memorak-porandakan bagunan fisik dan kehancuran jiwa masyarakat juga menghacurkan tata ekonomi-sosial-budaya masyarakat. Tatanan itu harus dikukuhkan kembali sebagai bentuk kebangkitan spirit hidup masyarakat.
Berawal dari pemikiran tentang pentingya bantuan mental bagi korban gempa, di tengah bantuan logistik dan sembako yang terlihat mengalir banyak, “Gerakan Jogja Bangkit” lahir untuk segera memulihkan mental dan semangat hidup korban gempa. Pada 1 Juni 2006 GJB mulai mendorong kebangkitan mental masyakat melalui siaran di radio Sonora, dan dilanjutkan dengan aksi pemasangan spanduk-spanduk yang membangkitkan semangat rakyat korban gempa bumi di daerah Jogja dan Bantul. Pemasangan spanduk-spanduk tersebut dimulai pada tanggal 3 Juni 2006 bersama Bp. Idham Samawi, Bupati Bantul, di halaman rumah dinas Bupati Bantul. Pemasangan spanduk tersebut juga sebagai deklarasi Gerakan Jogja Bangkit. 120 buah spanduk terpasang di wilayah Yogyakarta dan kemudian menginspirasi banyak elemen masyarakat untuk segera bangkit.
VISI
Membangun Gerakan kebangkitan sosial ekonomi dan budaya masyarakat korban gempa bumi.
MISI
- Membangkitkan mental dan semangat hidup masyarakat korban gempa.
- Membangkitkan kembali potensi sosial-ekonomi masyarakat korban gempa bumi di wilayah Yogyakarta
- Menyelamatkan aset kultural masyarakat korban gempa bumi.
- Membangun dan meneguhkan solidaritas masyarakat.
- Mempengaruhi kebijakan pemerintah yang terkait dengan penanganan korban gempa bumi.
- Melakukan pendampingan hukum bagi korban bencana yang berkaitan dengan kebijakan penanganan korban bencana bumi.
PROGRAM
Pokja A
Program Pendidikan
Sanggar Baca atau perpustakaan hanyalah merupakan sarana untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, kecuali berfungsi sebagaimana perpustakaan itu sendiri. Bisa menjadi pusat konsolidasi untuk masyarakat sekitar. Diharapkan nantinya dapat terjadi trauma-healing yang lebih alamiah yang lahir dari masyarakat sendiri sementara kira hanya memfasilitasi saja. Ini tentu mensyaratkan “relawan lokal” atau kontak-kontak di dusun atau tempat sanggar berada.
Perencanaan ini juga dapat digunakan sebagai pendukung Kebangkitan Ekonomi masyarakat dengan menampung ide kreatif untuk penciptaan model kerajinan baru hingga penggiatkan program budaya yang bisa melahirkan produk tertentu misalnya menggambar/ kerajinan tangan dengan material khusus gempa.
Program ini ditempuh dengan :
-
membuat sanggar-sanggar membaca dengan kegiatan:
-
membaca buku bersama
-
mendongeng/ bercerita
-
menggambar bersama
-
membuat kriya dari kayu bekas runtuhan
-
latihan kethoprak
-
latihan musik/ karawitan/ atau kesenian apapun yang menggunakan prinsip ‘bermula dari yang ada’
-
dan aneka kegiatan lain yang dimungkinkan di lapangan
-
-
trauma healing
-
permainan-permainan anak
Pokja B
Kebangkitan Potensi Ekonomi (produktif)
Kebangkitan ekonomi ini berupa percepatan pemulihan ekonomi masyarakat korban gempa. Recovery sendi-sendi ekonomi ini dirasa lebih mendasar dari rekonstruksi fisik yang juga penting. Dengan pemahaman bahwa bantuan sembako hanyalah sementara saja, Bangkit, berusaha dan bekerja itu lebih utama, kita akan memfasilitasi dan mendampingi para pelaku ekonomi real di masyarakat daerah gempa untuk segera bangkit dan melanjutkan aktivitas ekonomi mereka sebelum gempa. Dengan prioritas pada pelaku ekonomi rakyat (usaha mikro-kecil), kemandirian masyarakat dapat lebih diharapkan. Upaya mengembalikan alat-alat produksi yang rusak dan membangkitkan mental berproduksi/bekerja masyarakat ini dapat kita diskusikan lagi berdasar pembagian sektoral dan jaringan yang dapat kita rengkuh karena beragamnya bentuk usaha masyarakat mulai dari pengrajin hingga bakul jamu, hingga tukang sol sepatu.
Program ini ditempuh dengan melakukan:
- pendataan dan mensupport mental pelaku usaha kecil dan mikro untuk segera bangkit dari keterpurukan gempa
- mengupayakan adanya bantuan alat produksi bagi mereka
- mengadakan life skill education bagi warga korban gempa.
- mendorong dan memfasilitasi ekspo-ekspo kebangkitan ekonomi di daerah gempa.
Pokja C
Kebangkitan Seni-Budaya
Kebangkitan Sosial Budaya merupakan modal mendasar bagi tatanan masyarakat di daerah bencana. Mulai dari anak-anak yang sehat, lincah dan ceria akan mendorong orangtua bersemangat dan kreatif untuk berusaha kembali hingga banyaknya seniman tradisional di Bantul yang perlu dibangkitkan lagi mental kreatifnya, merupakan ruang yang perlu diperhatikan. Langkah awal yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pendataan dan penyelamatan aset kulutural yang ada di daerah gempa. Misalnya, banyaknya perangkat gamelan dan wayang yang rusak di daerah gempa yang perlu segera diselamatkan dalam tenda tertentu. Dalam tenda gamelan itu masyarakat kita dorong untuk kembali menabuhnya. Tentu ini akan menjadi psico-healing yang baik dan benar-benar menjadi simbol kebangkitan yang nyata.
Progam ini dijalankan dengan:
-
menyelenggarakan even-event budaya di daerah gempa sebgai simbol kebangkitan masyarakat.
-
membuat leaflet-leaflet kebangkitan rakyat
-
mengadakan pameran-pameran seni
Pokja D
Bantuan Hukum
Pasca bencana, tentu muncul banyak masalah hukum. Hal ini perlu diatasi segera. Persoalan hukum yang muncul tidak melulu problem hukum yang besar, mungkin hanya sekedar comlain soal tagihan PLN, pembagian living-cost, atau yang lain. Lebih penting dari itu, pokja hukum berperan mempengaruhi kebijakan pemerintah yang terkait dengan penanganan korban gempa bumi dan melakukan pendampingan hukum bagi korban bencana yang berkaitan dengan kebijakan penanganan korban bencana bumi.
STRUKTUR
Koodinator Umum : Agung Budyawan
Kesekretariatan : Adi Ruspriyanto, Al Madu, Agus Krise, Aryo
Naldo, Suri.
Jaringan : Krisnadi Thole Setiawan, Kari Tri Aji
Pokja A : Whani Dharmawan, Budi Suryantoro, Agus
Obyek, Wiwit “Cathak”, Diah, Anton
Subiyanto
Pokja B : Widihasto W. Putro, Pambudi Sulistyono,
Ridanto B.R.
Pokja C : Maftuhan, Robith Marfu, Rahman, Kuss
Indarto, Landung Simatupang, Ledhek
Sukardi, Bondan Nusantara,
Pokja D : Totok Ispurwanto, Lutfi Rahman,
Satgas lapangan : Ulil, Botie, Arman, Imam Manyul, Tobu
Martono, Aditya Rahman, Dhuto P, Hendro
Pleret, Fuad Amin, Arief Realino, Nopek, Wiwit
Cathak, Angki, Bonhet, Anom, Yosep, Jupri,
Fery.
ALAMAT
Gerakan Jogja Bangkit untuk sementara beralamat di
Jl. Swadaya, Gedong Kiwo MJ I 655.
Telp. (0274) 376797, cp: 081578851726, 08174101172, 08122743726, 08164269356, 08121068940, email:gerakanjogjabangkit@yahoo.com
www.gerakanjogjabangkit.blogspot.com
Bantuan dapat dialamatkan ke sekretariat
Sumbangan pendanaan ditransfer ke rekening
no. 456 061 4654 a.n. aditya rahman. BCA kcp Urip Sumoharjo.
Friday, June 09, 2006
PASCA GEMPA
Laporan Lapangan
27 Mei 2006 menjadi hari yang sangatlah sulit dilupakan bagi warga jogjakarta dan jateng, dalam hitungan hitungan detik saja semua harta benda sudah luluh lantak. Pagi yang biasanya tenang berubah menjadi kepanikan, suara jeritan, tangisan, alunan doa berbaur menjadi satu dan membuat miris bagi siapa saja yang mendengarnya. Di antara puing-puing reruntuhan itu berjajar tubuh-tubuh yang sudah tidak bernyawa, ambulance, truk, pick up hilir mudik meraungkan sirene dan menyalakan lampu, melaju cepat membawa korban-korban luka ke rumah sakit terdekat. Hiruk pikuk kepiluan membuat kota jogjakarta menjadi sebuah kota yang sangat mengerikan. Di pinggir-pinggir jalan, banyak tubuh-tubuh berjajar bermandikan darah, entah masih hidup atau sudah tidak bernyawa. Rumah sakit banyak yang menolak pasien karena sudah tidak mampu lagi menampung pasien. Sampai malam hari kesibukan evakuasi korban masih berlangsung.
Dalam kegelapan karena hampir 90 % listrik di jogja padam, orang-orang masih mencari anggota keluarga mereka yang menjadi korban. Mulai pukul 21:00 jogja diguyur hujan deras, gempa susulan yang masih sering terjadi kira-kira dua jam sekali semakin membuat panic masyarakat. Alun-alun kraton jogjakarta telah dipenuhi pengungsi, kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi bahwa kraton akan selalu dilimpahi keselamatan, membuat kraton menjadi lautan manusia.
Hari pertama adalah hari yang sangat menyedihkan, kota jogja tanpa penerangan, tanpa tenda pengungsi, tanpa makanan dan diguyur hujan lebat.
Hari kedua mulai banyak yang sakit-sakitan (flu, muntaber, ispa, dan infeksi luka yang belum terobati) dan kelaparan. Masyarakat yang setiap harinya bertani dan menjadi buruh turun ke jalan-jalan meminta belas kasihan kepada para pengguna jalan.
Sampai hari ke lima masih banyak ditemukan korban yang terkubur dalam reruntuhan*. Baunya sudah sangat menyengat. Pasokan bantuan yang sangat lambat dan birokratis dari pemerintah semakin memperparah kondisi. Belum lagi statement dari pejabat-pejabat yang menyebutkan nominal bantuan telah membuat masyarakat semakin gelisah**. Pendistribusian bantuan yang tidak merata juga telah membuat masyarakat saling mencurigai satu dengan yang lainnya. Petugas-petugas yang terkait dengan distribusi bantuan banyak yang menyunat bantuan itu. Contoh kasus misalnya, di daerah srandakan bantul per KK mendapatkan Jadup 5 kg beras. Dalam pelaksanaannya mereka hanya mendapatkan antara 4 sampai 4,5 kg beras. Kemudian di daerah imogiri, pembagian logistic untuk posko yang besar dan yang kecil disamaratakan. Masih di daerah imogiri, pasokan air bersih untuk MCK di monopoli oleh pengurusnya. Untuk mandi harus bayar Rp 3000,00 dan untuk berak Rp 1000,00***.
Kondisi social di masyarakat semakin tegang ketika mulai maraknya penjarahan-penjarahan bantuan dan pencurian-pencurian dengan kedok relawan. Potensi konflik dalam masyarakat semakin tinggi, beberapa relawan sempat menjadi amukan massa****.
Awal juni 06, mulai terbersit pikiran-pikiran untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali itu. Gagasan-gagasan untuk menciptakan masyarakat yang segera bangkit dari keterpurukan dan masyarakat mandiri akhirnya membuahkan sebuah gerakan yang diberi nama “Gerakan Bantul Bangkit”. Gerakan ini berkoordinasi dengan Bapak Idham Samawi (Bupati Bantul). Peran therapy pasca gempa diambil dengan memasang spanduk-spanduk yang berisi dorongan bagi masyarakat bantul untuk tidak putus asa walaupun sudah tidak punya harta benda dan ditinggal saudara-saudara mereka.
Dari pantauan di lapangan, pasca gempa telah membuat pasien rumah sakit jiwa naik hingga 50% dan tingkat bunuh diri juga naik secara tajam. Hampir di setiap daerah yang parah terkena dampak gempa dapat di temukan orang bunuh diri.
Gerakan Bantul Bangkit di deklarasikan di rumah dinas bupati bantul dan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Bantuan dari relawan yang semakin hari semakin menipis mulai menyadarkan masyarakat bahwa untuk membangun kembali bantul harus dimulai dengan berdiri di kaki sendiri.
Saat ini perekonomian dan kondisi social masyarakat bantul mulai pulih, tingkat ketergantungan masyarakat pada bantuan luar mulai dapat dikikis. Masyarakat yang sehari-harinya bertani dan menjadi buruh mulai beraktifitas seperti biasa. Disela-sela membersihkan puing-puing dan mendirikan rumah semi permanent, mereka mulai kembali ke sawah dan mulai bekerja. Pasar-pasar tradisional mulai mengeliat walaupun masih menggunakan tenda-tenda darurat. Sekolah-sekolah yang hancur juga mulai aktif dengan menggunakan tenda-tenda. Para siswa mulai bersemangat masuk sekolah meskipun masih ada yang luka akibat tertimpa bangunan. Mereka tetap bersekolah walaupun tanpa seragam dan tanpa bangunan permanen.
Bantul mulai bangkit dengan kemandirian, semangat masyarakat untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan adalah awal untuk membangun kembali bantul. Keceriaan kembali tergurat di wajah anak-anak yang selama beberapa waktu terakhir terlihat murung, inilah yang akan membuka mata bagi semua saja bahwa kehancuran bantul bukanlah kematian bagi mereka. Kehancuran adalah semangat untuk membangun yang lebih baik. Berdiri di kaki sendiri akan lebih baik dari pada mengandalkan orang lain, kembali kepada semangat bergotong-royong yang merupakan warisan nenek moyang untuk membangun kembali bantul. “SAIYEG, SAEKAPRAYA”*****
Btijoxjun0706
* kurang lebih 6000 jiwa menjadi korban gempa 27 mei 2006 dan hingga saat ini masih ada korban yang belum ditemukan.
** statement dari wapres tentang ganti rugi dan santunan bagi korban bencana telah membuat masyarakat saling mencurigai satu-sama lain. Selain itu juga membuat beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab memperebutkan tender/proyek itu.
*** Korupsi, kolusi dan nepotisme yang sangat mengakar di negeri ini tidak lagi mengenal ruang dan waktu.
**** sudah sering terjadi clash di masyarakat masalah distribusi bantuan dan kecurigaan sesama anggota masyarakat.
***** saeyeg, saekapraya adalah semboyan peninggalan nenek moyang dalam bahasa jawa yang berarti senasib sepenanggungan.
Miris = memilukan, mengerikan
Friday, May 26, 2006
ALUN
Dipagi buta seorang nenek duduk termangu di depan rumahnya yang terlihat mulai miring ke kiri. Dengan wajah yang terlihat gusar, sesekali ia melihat ke belakang. Pintu yang menganga membuat seisi rumah terlihat. Temaram lampu minyak yang menyinari ruangan bergoyang-goyang ditiup angin pagi yang menusuk sampai ke sumsum. Dalam ruangan itu terlihat seorang bocah kecil yang tertidur pulas. Badannya yang kurus tampak tenang tanpa membawa beban apapun dalam mimpinya. Pohon-pohon bambu meliuk ditiup angin dan melantunkan suara yang pilu. Udara pagi yang basah menambah suasana kian memerindingkan bulu kuduk. Gemericik air di sungai kecil sebelah rumah mencoba menenangkan hati dan pikiran. Kokok ayam pertama terdengar. Ayam pelung yang suaranya mengalun panjang dan merdu memberikan isyarat bagi umat manusia untuk bersiap-siap bangun. Beberapa saat kemudian suara Adzan pertama terdengar membelah kesunyian subuh. Sang nenek tergeragap dan sadar akan kegusarannya, ia segara bangun dan masuk ke dalam rumah menengok si bocah yang masih dalam ketenangannya. Langkah kaki sang nenek yang terseret tidak mengusik ketenangan bocah itu. Kaki yang dahulu mampu berjalan bepuluh-puluh kilometer, kini untuk mengangkat tubuhnya pun terasa berat dan bergetar. Pada masa revolusi kemerdekaan, kaki itu sanggup mendaki gunung-gunung untuk menghindari sergapan tentara belanda. Dia bersama-sama dengan teman-temannya yang lain berjuang mengangkat senjata. Sebuah karabin rampasan dari tentara belanda ia tenteng kemana-mana dan itulah suaminya saat itu. Kepedihannya melihat penduduk desa disiksa, dirampas hasil bumi dan ternaknya, diinjak-injak dan diperkosa oleh penjajah yang membuatnya memberanikan diri bergabung dengan pemuda gerilya. Pertama ia akan ditempatkan di bagian logistic tetapi tidak mau, ia lebih suka berada di front terdepan dengan mengangkat senjata. Selama sebulan ia dilatih menggunakan senjata hingga akhirnya diijinkan untuk ikut mengamankan daerah yang berhasil direbut republik. Walaupun seorang perempuan tetapi ia termasuk seorang gerilyawan yang tangkas sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah memimpin pasukan sebanyak 15 orang semuanya laki-laki. Ia pandai dalam mengatur taktik penyergapan musuh dan ia juga pandai dalam merumuskan strategi untuk menguasai suatu daerah yang belum terbebaskan. Gerakan gerilya yang ia ikuti memang berbeda dengan pasukan resmi bentukan republic yang diajari cara baris-berbaris dan mengenal militer secara formal. Mereka berjuang hanya bermodalkan seadanya dan insting untuk membinasakan musuh di depan mereka. Pengalaman dalam peperangan yang membuat mereka terus bertahan hidup keluar-masuk hutan, turun naik gunung dan bersatu dengan penduduk di setiap perkampungan yang mereka singgahi. Untuk taktik dan strategi yang mereka gunakan banyak diperoleh dari cerita-cerita orang tua mereka tentang kejayaan kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di nusantara. Tidak sedikit pula mereka belajar dari cerita-cerita babad yang dipentaskan oleh kelompok-kelompok kesenian kethoprak atau wayang orang. Dalam perjalanan waktu, mereka menjadi gerakan gerilya yang sangat ditakuti dan disegani musuh. Tidak terhitung berapa daerah yang telah berhasil mereka bebaskan dari cengkeraman musuh, tidak terhitung pula berapa banyak musuh yang mereka binasakan, berapa banyak senjata ringan maupun berat yang berpindah tangan dan tidak sedikit pula tank-tank musuh yang berhasil mereka jadikan rongsokan. Mereka terus bergerak tidak kenal lelah dan kenal menyerah sampai akhirnya musuh benar-benar meninggalkan republic. Dan saat ini mereka pun juga telah ditinggalkan dan mungkin juga dilupakan.
Saturday, May 20, 2006
RISALAH KEHIDUPAN
Malam ini benar-benar mata ku tidak merasakan kantuk. Pikiran ku melayang menerawang jauh, mengingat detik-detik dimana aku menjatuhkan sebuah pilihan yang telah membuat orang-orang di sekitar ku ternganga-nganga. Mereka kaget dengan keputusan yang aku ambil, keputusan yang mereka anggap sebagai sebuah mimpi belaka. Mereka mentertawakan ku dan menanggapi dengan nada pesimis. Saat itu aku hanya menjawab kalau aku sedang mewujudkan mimpi yang kuperoleh beberapa bulan terakhir ini. Dengan senyum aku katakan, “tolonglah kalian maklumi ini, dukunglah aku untuk mencobanya, toh kalianlah yang selama ini selalu aku pandang sebagai sosok-sosok yang optimis, aku hanya ingin kalian meyakinkan bahwa yang namanya mimpi bisa menjadi kenyataan, selama masih ada usaha, kalian yang memberikan banyak contoh menjadi seorang pekerja keras dan pantang menyerah, semoga kalian memaklumi ini, aku harap kalian tidak menganggap ini sebagai sesuatu yang aneh, aku ingin kalian melihat ini sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya ketika kita melihat kawan-kawan kita yang satu per satu terbantai dijalanan, yang jelas aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai mimpi itu, satu yang selalu membuat ku bersemangat adalah aku selama ini tidak pernah menganggap itu sebagai mimpi, semuanya begitu nyata terpampang di depan ku.” Dan pembicaraan itu berakhir dengan banyak pertanyaan di kepala mereka. Tidak seorangpun yang mencoba membantah tetapi aku yakin, di dalam hati mereka juga mencoba menelaah semua yang baru saja terjadi. Dalam hati ku sendiri berkata “kalau segala sesuatu itu dapat kita peroleh selama kita masih mau berusaha.”
Hari-hari berjalan serasa lambat, menunggu waktu yang terasa lama merambat seperti biasa tetapi berbeda dan orang-orang di sekitar ku masih menyimpan pertanyaan walau mereka selalu bilang “berusahalah kawan!” Mata dan perilaku mereka di depan ku tidak bisa menipu. Aku telah terbiasa berhadapan dengan hal-hal yang bertentangan dengan kata hati dan selalu mencoba memakluminya, perjalanan yang aku lakukan selama ini telah banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga. Tidak banyak orang seberuntung diri ku dan aku merasa sangat berhutang pada masa-masa yang telah terlewati. Aku sangat berterimakasih kepada kedua orang tua dan saudara-saudara ku yang telah memberikan keleluasaan atas apa yang menjadi pilihan hidup ku. Banyak di sekitar kami yang menganggap keluarga kami “broken” tetapi kami selalu menganggap kalau keluarga kami adalah keluarga yang merdeka dan selalu menghargai setiap pilihan. Kami tidak pernah melarang ketika seorang diantara kami mengambil keputusan seekstrim apapun tetapi walaupun begitu kami tidak pernah melepaskannya begitu saja tanpa tanggung jawab. Kami selalu memberikan pertimbangan-pertimbangan dan masukan-masukan. Pernah aku terjerumus dalam permasalahan yang sangat pelik ketika aku mengambil sebuah keputusan dan ku lihat, keluarga ku juga tidak lepas tangan, tangan mereka terulur dan tidak meninggalkan ku dalam kebimbangan. Maka ketika kami mendengar kalau ada yang mengatakan keluarga kami morat-marit dan tidak teratur, kami selalu tersenyum atau bahkan tertawa. Aku masih ingat betul ketika kedua orang tua ku mengkonsep rumah tangga. Ketika itu aku masih duduk di bangku SD, suatu malam terdengar perdebatan yang seru di ruang tamu. Muka kedua orang tua ku terlihat memerah dan nada yang keluar dari mulut mereka mengalir meninggi. Bapak ku “anak kita sudah dewasa, biarkan dia menjalani pilihannya!” Ibu menyahut “tapi dia perempuan!” “Memang kenapa kalau perempuan, apa kamu mau membuat dia menjadi orang yang terkucil, kerdil?” “Tapi sangat berbahaya bagi seorang perempuan berada di luar sendirian!” “Kita boleh mengkhawatirkanya, aku juga tidak tega membiarkannya tapi lebih tidak tega lagi kalau dia menjadi orang yang tidak mengetahui apa-apa!” Percakapan itu berakhir dengan ibu yang membanting kursi dan bapak segera keluar rumah. Aku ikuti langkah bapak dan ku lihat dia duduk termangu di bawah pohon jambu di halaman depan rumah. Aku menghampiri dan bapak kaget melihat ku yang sudah ada disampingnya. “Kamu belum tidur?” Aku hanya menggelengkan kepala. Bapak meraih tangan dan memangku ku. “Lihat itu bulan bersinar terang, sekarang tanggal 14 Jawa dan besok bulan akan terlihat bulat sempurna, cahayanya akan meredupkan lampu-lampu jalan.” “Kalau bulan bersinar terang, belut tidak berani keluar dari liangnya.” Sudah menjadi kebiasaan keluarga kami kalau malam mencari belut di sawah dengan bermodalkan lampu minyak dan sebilah pedang. Begitu belut terlihat, pedang disabetkan dengan posisi terbalik, bagian tumpul yang digunakan karena kalau bagian tajam akan membuat belut terpotong dan itu mengurangi citarasa ketika dimasak. Tetapi aku masih teringat peristiwa yang baru saja terjadi, mereka pasti sedang meributkan mbak ku. Karena dari tadi aku juga belum melihat mbak pulang, dia sekamar dengan ku.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, mbak masih menikmati kehidupannya dan suatu malam dia menangis tersedu dihadapan kedua orang tua ku. Sayup aku mendengar pembicaraan mereka dan ternyata mbak telah hamil, dia baru saja lulus SMA. Ibu mencoba menyalahkan bapak dan bapak berkata “kalau tidak begitu dia tidak akan belajar, itulah hasil pelajaran yang telah dia peroleh, sekarang hal ini tidak perlu diributkan dan tidak perlu saling menyalahkan, besok kita datangi laki-laki yang menghamilinya, kita tanya maunya apa?” Dan mbak masuk ke dalam kamar. Dia langsung naik ke tempat tidur dan masih menangis tersedu. Semalaman dia menangis hingga lelah menidurkannya.
Kejadian itu telah menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi keluarga kami, bapak ku masih berpegang pada keyakinannya dan masih mencoba meyakinkan ibu yang pada akhirnya luluh juga. Mulai saat itu keluarga kami mulai menggodok arti kebebasan itu. Maka ketika beranjak dewasa aku pamit untuk hidup di luar rumah dan kedua orang tua ku mengiyakannya tetapi dengan disertai pertimbangan-pertimbangan dan masukan-masukan yang masih teringat hingga saat ini. Aku masih ingat ketika mereka menceritakan tentang keadilan, kemerdekaan dan harga diri. Aku juga masih ingat ketika mereka menceritakan tentang bagaimana bertahan hidup dan itu merupakan pesangon yang tiada ternilai. Walau aku masih di bangku SMP, belum tentu seminggu sekali pulang ke rumah. Saat itu aku mulai mempelajari cara membuat souvenir dari perak di rumah seorang kawan. Aku mendapatkan imbalan yang bisa untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Untuk biaya sekolah aku masih disubsidi orang tua.
Bangku SMP aku tinggalkan dengan terseok-seok dan diterima di sebuah SMA swasta di
Lepas SMA aku tidak mau meneruskan kuliah karena aku telah asyik memasuki dunia petualangan. Selama satu tahun aku berpindah-pindah tempat. Berdiri dijalanan dan mental ku semakin tertempa. Pada tahun-tahun inilah aku mendengar kalau orang tua asuh ku mati setelah beberapa sabetan dan tusukan senjata tajam menghujani tubuhnya. Bekas darah segar masih terlihat tertutup pasir di depan pintu masuk terminal bus antar
Orang tua ku kali ini meminta ku untuk melanjutkan kuliah. Butuh waktu lama untuk mempertimbangkannya hingga aku setuju untuk melanjutkan kuliah tetapi dengan satu syarat aku diberikan kebebasan untuk menentukan tempat dan jurusan. Pada masa kuliah inilah aku semakin mendalami pemberontakan, teori-teori yang dianggap radikal dan revolusioner ku pelajari. Perlawanan terhadap penindasan berkobar menyala-nyala, melawan aparat penindasan menjadi nafas dan dipukul senjata aparat penindas semakin menambah semangat menjadi membara.
Simbol penindasan telah berhasil ditumbangkan tetapi itu bukan berarti penindasan telah berhasil dihancurkan. Bagi ku kekuatan penindas masih berdiri kuat di depan mata, mereka masih terlihat angkuh menatap dan harus dijungkirbalikkan. Perjalanan masih panjang dan masih banyak pula yang bisa dilakukan. Keteguhan sikap, kesabaran dan ketajaman mata maupun batin merupakan teman yang mengasyikkan. Menjadi sebuah alunan nada pengiring tarian-tarian kebebasan.
Matahari telah terbit dan bersinar penuh keceriaan, aku masih berjalan di jalan ku, masih duduk di tempat seperti biasanya, menghabiskan malam menyambut datangnya mentari. Berbatang-batang rokok telah aku hisap habis malam ini, aku masih menatap titik keramain dari tempat yang sepi. Kembali aku teringat pada mimpi beberapa bulan terakhir, mimpi yang sangat indah dan bagi ku bukanlah lagi mimpi karena itu sangatlah nyata di depan mata. Sungguh aku tidak mau dan tidak akan menginkari kenyataan itu dan menjadikannya sebagai sebuah mimpi. Karena saat ini aku tidak sedang tidur, aku masih terjaga dan tidak lelah. Ini bukan mimpi, aku yakin itu!
* Petikan yang diambil dari Kitab Yesaya 40:31
Btijox051906:0647
Saturday, May 06, 2006
10 menit 27 detik
"udah nanti habis." "gak apa-apa." jawabku. sambil kupandangi puncak garuda yang memerah dan sesekali menjulurkan lidah apinya. sangat mengerikan memang tapi rasa ngeri itu hilang bersamaan dengan mengalirnya suara merdu ditelingaku. dalam hati aku berucap, aku lebih takut dengan empunya suara itu dari pada amukan raksasa didepanku. pernah aku dibuatnya menjadi seperti mati, jauh dari kehidupan dunia ini. aku menjadi sendiri, berbicara dengan entah, bercerita dengan hampa. duduk melayang menggapai fatamorgana. aku menyanyi tetapi kemudian berubah menjadi menjerit, aku menari tapi kemudian lemas. aku tidak punya tulang lagi, pita suaraku tak bernada.
aku merasa waktu yang tidak terlalu lama ini akan menjadi sangat berarti bagiku. perlahan tapi pasti belulang yang berserak merasuk kedalam dagingku, pita suara mulai terasa bergetar di tenggorokanku. udara yang dingin makin lama makin hangat. aku menjumpai tubuhku telah tegak duduk di atas tumpukan bambu. kugerakkan jari jemariku dan aku merasakan sebuah aliran halus dalam tubuhku. aku mencoba menerka-nerka perubahan dalam tubuhku ini, kemudian aku teringat bahwa ini bukan perubahan. ini pernah kurasakan dan sampai saat inipun belum berubah rasa itu. aku kutuk diriku karena menganggap ini sebagai perubahan.
ya inilah aku yang seperti dulu. sementara beberapa codot berseliweran diatas kepalaku berebut buah pisang yang mulai masak. aku masih kusyuk mendengarkan alunan suara merdu itu, riang, menggoda, nakal dan menggemaskan. langit yang cerah dengan tebaran bintang berkedap-kedip menyaksikannya. suara yang dahulu membuatku penasaran akhirnya bisa aku dengarkan. alunan simphony #9 bethoven menjadi tidak ada apa-apanya lagi. mungkin saat ini dia meratap hasil karyanya meluntur. ku hela nafasku dalam-dalam mencoba meresapi kemerduannya.
aku tersenyum dan sungguh ini akan sangat berarti. tak akan pernah aku melupakannya. akan kularutkan dalam darahku hingga memenuhi seluruh tubuhku.
Friday, April 21, 2006
PEREMPUANKU
perempuan kah kau
perempuan kau kah
kah kau perempuan
kah perempuan kau
kau perempuan kah
kau kah perempuan
btijox 21april06
Friday, April 07, 2006
ATAU AKU
tanpa terasa darah telah membasahi bajuku, sabetan belati itu ternyata telah meninggalkan bekas didadaku. darah terus mengalir, setiap jalan yang kulalui meninggalkan jejak amis yang sebentar lagi membusuk. inilah untuk kedua kalinya tubuhku memberikan persembahan ke bumi. dalam hati, aku berteriak "aku tak akan mati hanya karena ini." luka ini tidak seberapa tapi yang membuatku marah adalah dia telah mencabik tatto didadaku. tatto yang selama ini menjadi kebanggaanku, tatto yang selama ini dianggap subversive oleh kemapanan. tattoku telah dicabik oleh belati bermata dua. pikiranku terus merengsak membakar mataku, memahitkan lidahku. aku masih berdiri, seluruh ototku masih menegang. sayup terdengar kucing mengeong. kucing hitam yang duduk didekat tumpukan kardus-kardus yang sedikit berantakan. aku masih melihat bercak-bercak darah diatas tumpukan kardus. sesekali sang kucing menjilatinya. darah yang mulai mengental dan sebentar lagi membusuk.
BEBERAPA WAKTU YANG LALU
seperti biasa aku masih suka menghabiskan malam ditempat ini. sebuah tempat yang terlihat lurus, ada gelap-ada terang, ada titik sepi-ada titik yang ramai. garis lurus itu membentang kurang lebih 150 meteran, dihiasi oleh tempat-tempat sampah dan diterangi dengan lampu merkuri yang redup. sambil menghisap rokok kesukaanku, kutenggak lapen (minuman khas jogja) dalam botol air mineral 600 ml. aku tatap titik ramai dimana hiruk pikuk lalu lalang aktifitas terlihat riuh. aku bisa melihat mereka dan mereka tidak melihatku, mungkin juga tidak mau atau tidak sempat. dari ujung gang sepi ini, aku selalu mengawasi mereka untuk sekedar mengembarakan kepala.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
aku masih menerawang jauh dan meliar. di bawah tempat dudukku beberapa puntung rokok berserakan. batang demi batang rokok kuhisap habis dan menyisakan sampah yang tidak bisa terurai oleh bakteri-bakteri pengurai maupun oleh alat modern pendaur ulang. tiba-tiba muncul seseorang dari tikungan yang gelap. tikungan itu sedikit berkelok, banyak kardus dan tong bekas drum minyak disitu. orang itu langsung menghampiriku. aku tidak mengenalnya dan kubiarkan saja. mungkin hanya orang yang akan minta api untuk menyalakan rokok. ternyata dugaanku salah, orang itu langsung saja memukul kepalaku. aku terjungkal dan lapen yang ada disampingku terjatuh, tumpah tanpa meninggalkan sisa. kepalaku pening, mungkin karena tidak siap menerima pukulan. tetapi aku segera bangun dan mencoba menguasai keseimbangan. sebuah tendangan segera bersarang dilambungku dan ini membuatku muntah. sekali lagi sebuah tendangan telak menusuk lambungku. muntahku semakin menjadi, hampir seluruh alkohol dan isi perutku menghambur keluar. tetapi hal inilah yang membuatku semakin menguasai keadaan.otot-otot tubuhku mulai menegang ketika orang itu melayangkan tinjunya kerusukku. tapi sayang, aku telah mulai mengusai keadaan. tinju itu berhasil aku tepis dan aku lanjutkan dengan membalasnya. sepakan kaki berhasil membuatnya mundur beberapa langkah. segera aku atur nafasku dan merengsak maju. beberapa pukulan orang itu berhasil mengenai mukaku tetapi beberapa pukulan telakku juga berhasil mengenai rahang dan rusuknya. dia terhuyung dan terjatuh memegangi rusuknya. mungkin beberapa ada yang patah. dia mencoba berdiri dan masih terus memegangi rusuknya. matannya tajam menatapku dan aku tidak menghiraukannya. aku maju merengsak dan mencoba tidak memberi kesempatan orang itu. tetapi ternyata orang itu cukup sigap, dia keluarkan sebilah belati dari balik bajunya. dengan sekali sabet aku merasakan desiran didadaku dan meleleh hangat. kulihat kaos putihku memerah, aku kena. aku merengsak maju dan orang itu kembali menyabetkan belatinya. aku berhasil menepis dan meraih tangannya. aku pelintir dan belati terjatuh. kutendang dia kuat-kuat, belati aku ambil, ku kejar dia dan ku tikam dijantungnya. dia tersungkur menimpa tumpukan kardus. sesaat menegang dan kemudian mulai melemas, tubuhnya melorot dan menyatu dengan tanah.
aku terus berjalan dan dadaku?
Saturday, April 01, 2006
BIDADARI
Intro: D Bm F#m G (2x)
D G
D Bm
Langit cerah membias cahaya
F#m G C G/B
Diatas debur ombak menari
D Bm
Kibasan rambutmu terurai
F#m G C G/B
Kala kutatap indah matamu
Em Em/D# Em Em/D#
Walau hadirku untuk sejenak
G
Kau berikan tembang-tembang
A
Lagu cinta
Int: D Bm F#m G (2x)
D Bm
Meninggalkan satu kenangan
F#m G C G/B
Terukir dalam dinding hatiku
D Bm
Taburkan luka lama ini
F#m C C G/B
Dengar sinar emas sang pelangi
Em Em/D#
Ijinkan diri
Em Em/D#
Bila mengagumi
G A
Kan kunikmati damai alam surgawi
Reff I: D A Bm G
Bidadari
D A Bm G
Kau datang mempesona
D A Bm G
Bidadari
D A G
Berikan mawar cinta
D G
Bila hadirmu kembali
Em A
Nyalakan lilin dijiwaku
D G
Ingin ku raih dirimu
Em A
Kubawa pergi keduniaku
Int: D A Bm G (3x)
D A G
Reff II:E B C#m A
Bidadari
E A Bm G
Kau datang mempesona
E B C#m A
Bidadari
E B A
Berikan mawar cinta
POWER METAL
Friday, March 24, 2006
Kirim Aku Bunga
Artist: Slank
Album: Piss
Melatiku.. apa kabar kamu disana..?
Kuharap engkau s'lalu tertawa..
Melatiku.. tenang-tenang saja di sana ..
Pedamkan pedih dan sibukkan diri nikmati hari ..
Melatiku .. akupun seperti biasanya ..
Bersama teman-teman wujudkan mimpi disini ..
Melatiku.. aku baik saja sendiri..
Sibuk'kan diri dan slalu menanti .. kau kembali ..
Lupakanlah diriku sementara ..
Jangan terlalu pikirkan langkahku ..
Lakukan yang kau suka agar kau bahagia ..
Dan percayalah ..di mimpiku ada mimpimu ..
Aaa.. kirim aku bunga ..
Kasih ..
Aaa.. getarkan cintaku ..
Kasih ..
Aaa.. kukirim kau lagu ..
Kasih ..
Aaa tentang isi hatiku ..
Tuesday, March 21, 2006
jakjakjak!!!!!
bunyi roda kereta menggerus rel
bunyi sais memerintah kudanya
bunyi lagu anak-anak di jawa
bunyi dari bunyi yang selalu berbunyi
bunyi dari yang diketahui dan dimengerti
jkt X btijok march 06:21 21:06
